oleh

Waspadai Makelar Tanah di Exit Tol

TASIK, (KAPOL).- Hadirnya exit tol (pintu masuk-keluar tol) Bandung-Tasikmalaya-Cilacap di wilayah Desa Cikunten Kecamatan Singaparna dipastikan bakal membawa dampak besar pada perubahan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Akan tetapi saat ini yang perlu diwaspadai yakni hadirnya para spekulan dan maklar tanah yang memanfaatjan situasi ini.

“Saya berharap, warga Singaparna tidak menjadi korban spekulan. Karena pasti dimana ada exit tol, maka disana akan banyak sekali pengembang yang masuk,” jelas Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, kepada KP, Selasa (1/10/2019).

Dimana para spekulan dan maklar tanah ini akan berupaya menguasai lahan-lahan di sekitar exit tol guna mencari keuntungan pribadi sebesar-besarnya.

Ia teringat ketika dibukanya jalan tol di Pasteur dan Soreang Bandung, dimana disana banyak perumahan-perumahan besar yang muncul. Sehingga yang tumbuh bukan warga asli.

Ia berharap, jika nantinya pertumbuhan Tasikmalaya yang tersentral di Singapaparna bisa makin maju ketika ada pintu tol.

Cecep mencontohkan, Ibu Kota Kabupaten Bandung yakni Soreang mengalami perubahan besar dan berkembang pasca adanya tol Pasir Koja-Soreang (Seroja).

Padahal sebelum adanya Tol Seroja itu, Soreang sulit dijangkau dan pertumbuhan ekonominya lambat.

“Saya inget dulu disana itu harga tanah per meter Rp500-Rp700 ribu, sekarang menjadi Rp 7 juta. Jadi adanya tol menjadi nilai tambah luar biasa,” ujarnya.

Dikatakan dia, saat ini Pemda Kabupaten Tasikmalaya harus menyesuaikan pembangunan di wilayah Singaparna agar sejalan dengan hadirnya exit tol tadi. Termasuk membangun dan memindahkan terminal serta pasar di Singaparna.

“Karena saya prediksi, jika exit tol di wilayah Singparna, sementara pasar dan terminal belum pindah akan repot, nanti terjadi penumpukan kendaraan. Artinya fasilitas penunjang juga harus disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya Cecep.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman (DPU TRPP) Kabupaten Tasikmalaya, Asep Gunadi menjelaskan, sejalan program pemerintah pusat yang bakal membangun tol Bandung-Tasik-Cilacap, maka pemerintah daerah pun menyiapkan infastruktur penopang di wilayah Kabupten Tasikmalaya.

Seperti penyelesaian proyek jalan Cisinga yang bakal rampung tahun 2019 ini, pemindahan terminal dan pasar Singaparna ke lokasi baru di kecamatan Padakembang, hingga menyiapkan pembangunan halan lingkat utara dan lingkar selatan, sebagai pemecah kepadatan arus lalulintas kendaraan.

“Lingkar utara saat ini sedang dalam pembasan bersama dewan dan penghitungan Appraisal. Masalah tata ruang juga kita harus menyesuaikan ketika nanti dibangun jalan tol. Itu konsep-konsep straegis yang akan dilakukan,” jelas Asep. (KAPOL)***

Foto | Istimewa

Komentar

News Feed