SUKABUMI – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 pada Kamis, 14 Mei 2026. Bertempat di Sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Jalan Pramuka, Kecamatan Citamiang, agenda tertinggi organisasi kepanduan tingkat cabang ini berhasil menetapkan Ranty Rachmatillah secara aklamasi sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi untuk masa bakti 2026–2031.
Ranty Rachmatillah, yang juga merupakan istri dari Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, maju sebagai calon tunggal setelah mendapatkan dukungan mutlak dan solid dari seluruh pemilik hak suara, yakni tujuh Kwartir Ranting (Kwaran) yang tersebar di wilayah administrasi Kota Sukabumi. Berdasarkan mekanisme dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka, pencalonan tunggal yang didukung secara penuh oleh struktur di bawahnya dapat langsung disahkan tanpa melalui proses pemungutan suara berjenjang.
Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Baim Setiawan, yang turut hadir dan mengawal jalannya persidangan Muscab, mengonfirmasi keabsahan proses pemilihan tersebut. Menurutnya, mekanisme yang berjalan telah merefleksikan nilai-nilai musyawarah mufakat yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka.
“Dalam tradisi kepanduan Pramuka, pengusulan calon pemimpin idealnya diinisiasi dari arus bawah, yaitu melalui aspirasi dari kwartir ranting. Setelah presidium sidang menerima laporan resmi dari tujuh kwaran yang ada di Kota Sukabumi, didapati bahwa hanya ada satu nama tunggal yang diusulkan, yaitu Kak Ranty. Karena seluruh kwaran telah sepakat mengusulkan nama yang sama, maka sesuai regulasi organisasi, beliau langsung ditetapkan secara aklamasi,” kata Baim Setiawan saat diwawancarai seusai upacara penutupan Muscab di Gedung Sekretariat Kwarcab.
Sinkronisasi Program dan Konsolidasi Organisasi
Selain agenda utama pemilihan pucuk pimpinan, Muscab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Tahun 2026 ini juga fokus pada penyusunan garis-garis besar program kerja untuk masa bakti lima tahun ke depan. Kwarda Jawa Barat secara khusus menitipkan pesan agar kepengurusan yang baru dibentuk segera melakukan konsolidasi internal serta membangun jembatan komunikasi yang intensif dengan Pemerintah Daerah selaku Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab).
Baim Setiawan menekankan pentingnya sinkronisasi program kerja kepanduan dengan arah kebijakan pembangunan yang tengah digulirkan oleh pemerintah setempat. Melalui kepemimpinan Ranty Rachmatillah, Gerakan Pramuka diharapkan mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah, utamanya dalam menyosialisasikan program kemasyarakatan serta memperkuat pilar pembentukan karakter bagi generasi muda di Kota Sukabumi.
“Dengan suksesnya penyelenggaraan Muscab hari ini, kami dari jajaran Kwarda Jawa Barat menaruh harapan besar agar Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi dapat bergerak lebih progresif, dinamis, dan mandiri serta mampu membawa organisasi ini jauh lebih maju lagi ke depannya,” tutur Baim.
Menuju Sukabumi Emas 2035: Pramuka Sebagai Agen Pembangunan
Hadirnya kepengurusan baru dengan masa bakti hingga tahun 2031 dinilai berada pada momentum yang sangat krusial. Fase kepemimpinan ini akan menjadi fondasi penting dalam mendukung target jangka panjang pembangunan daerah, khususnya dalam menyongsong visi besar “Sukabumi Emas 2035”.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa pemerintah daerah menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap eksistensi Gerakan Pramuka. Ia mendorong agar Pramuka tidak sekadar terjebak pada rutinitas kegiatan kepanduan yang bersifat seremonial, melainkan harus berkontribusi secara nyata dalam menyusun sekaligus menyukseskan indikator-indikator keberhasilan pembangunan kota.
Menurut Ayep Zaki, keterlibatan aktif Pramuka sangat diperlukan untuk mengintervensi berbagai sektor krusial di tengah masyarakat. Beberapa indikator target makro yang dicanangkan pemerintah daerah menuju Sukabumi Emas 2035 meliputi penurunan angka stunting hingga mencapai nol persen (zero stunting), penghapusan angka kemiskinan ekstrem, menekan angka pengangguran hingga ke level terendah, serta penataan kawasan kumuh perkotaan.
“Saya sudah menyampaikan secara langsung kepada ketua terpilih yang baru terkait visi besar kita, yakni pencanangan Sukabumi Emas 2035. Gerakan Pramuka dituntut harus mampu menyiapkan dan menyelaraskan indikator keberhasilannya sendiri agar sejalan dengan agenda daerah, seperti target zero stunting, nol persen kemiskinan ekstrem, menekan angka pengangguran, hingga pengentasan kawasan kumuh. Siapa pun pengurusnya, program kerja Pramuka wajib hukumnya sinkron dengan arah pembangunan kota,” tegas Ayep Zaki.
Revitalisasi Marwah Melalui Pengaktifan Bumi Perkemahan Cikundul
Salah satu poin strategis yang menjadi sorotan utama dalam momentum Muscab kali ini adalah komitmen bersama untuk menghidupkan dan memfungsikan kembali Bumi Perkemahan (Buper) Cikundul. Kawasan yang terletak di wilayah Kota Sukabumi tersebut dinilai tidak hanya memiliki nilai teknis sebagai ruang terbuka, melainkan memiliki nilai historis dan simbolis yang mendalam bagi perjalanan sejarah kepramukaan di Jawa Barat.
Ayep Zaki menyebutkan bahwa Buper Cikundul adalah representasi marwah dan simbol kehormatan bagi Gerakan Pramuka Kota Sukabumi. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengupayakan pembangunan ulang serta perbaikan fasilitas penunjang di lokasi tersebut agar dapat digunakan kembali secara optimal sebagai pusat pendidikan karakter luar ruangan (outdoor education).
Secara geografis dan teknis, Buper Cikundul memiliki luas lahan yang mencapai kurang lebih 7 hektare. Potensi spasial yang besar ini menempatkannya sebagai salah satu dari tiga kawasan bumi perkemahan terbesar yang ada di bawah naungan Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan keunggulan komparatif tersebut, kawasan ini dinilai sangat strategis untuk dikembangkan secara terpadu menjadi pusat kegiatan kepanduan regional, edukasi lingkungan hidup, serta area pembinaan mental bagi generasi muda.
“Insyaallah, pemerintah daerah akan mengupayakan pembangunan kembali fasilitas di lokasi tersebut agar representatif. Pramuka harus dikembalikan fungsinya sebagai gugus terdepan dalam pembangunan karakter. Namun demikian, kita juga harus realistis bahwa realisasi teknis dari program revitalisasi fisik ini akan sangat bergantung pada ketersediaan dan skema alokasi anggaran dari Tanah Kas Daerah (TKD). Jika kapasitas anggaran daerah belum mencukupi pada tahun anggaran berjalan ini, maka proses pembangunan fisiknya akan kita lanjutkan dan prioritaskan pada tahun anggaran berikutnya,” urai Wali Kota Sukabumi tersebut.
Dengan rampungnya agenda Musyawarah Cabang ini, tim formatur yang dipimpin oleh ketua terpilih Ranty Rachmatillah bersama perwakilan kwaran memiliki tugas lanjutan untuk menyusun struktur komposisi kepengurusan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi periode 2026–2031 secara lengkap. Langkah konsolidasi ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar proses pelantikan resmi oleh Kwarda Jawa Barat dapat segera dilaksanakan, sehingga program kerja yang telah dirumuskan dapat langsung diimplementasikan demi kemajuan pemuda dan pembangunan di Kota Sukabumi.









